2. Sifat koloid

1. Sifat koligatif

Sifat koloid dapat dipelajari dengan tekanan osmotik

2. Sifat optik

partikel koloid dapat menghamburkan cahaya, peristiwa ini disebut efek Tyndall

3. Sifat kinetik

  • Gerak Brown
  • Partikel koloid berdifusi lambat
  • Sedimentasi

4. Sifat listrik

Permukaan partikel koloid mempunyai muatan disebabkan oleh pengionan atau penyerapan muatan. Untuk mengimbangi muatan ini terjadi penarikan muatan berlawanan dari larutan, sehingga suatu partikel koloid mempunyai lapisan rangkap listrik.

5. Koagulasi

Peristiwa pengendapan atau penggumpalan koloid disebut koagulasi. Koagulasi dapat terjadi dengan cara sebagai berikut:

  • Mencampurkan dua sol yang berbeda muatan
  • Elektroforesisyang muatan sol dinetralkan pada elektroda, dan sol mengendap.
  • Pemanasan seperti pada belerang dan perak halida dapat dikoagulasi dengan cara pemanasan.
  • Penambahan elektrolit.

6. koloid pelindung

Sol liofil seperti gelatin dan lem Arab biasanya digunakan untuk mencegah atau memperlambat pengendapan suatu sol hidrofob jika ditambahkan elektrolit. Pengaruh ini disebut proteksi dan gelatin disebut koloid pelindung.

7. Adsorpsi

Adsorpsi adalah proses melekatnya suatu zat pada permukaan padatan atau cairan. Partikel koloid mudah mengadsorpsi zat warna. Pada pencelupan tekstil, tekstil dilapisi dengan hidroksida dari alumunium atau kromium agar dapat mengikat zat pewarna.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: